rumah-lembap

Selain pada atap rumah yang bocor dan dinding yang retak, kondisi rumah lembap juga menjadi salah satu permasalahan bangunan yang kerap dialami oleh sebagian besar orang. Rumah yang demikian memberikan ketidaknyamanan dalam menempatinya, selain tampilannya yang rusak juga baunya yang tak sedap. Lebih dekat dengan penyebab, resiko, dan cara mengatasi rumah lembap, dapat disimak pada uraian berikut:

Penyebab

Ada berbagai hal yang dapat memicu rumah menjadi lembap, mulai dari aktivitas dan kondisi bangunan itu sendiri. Aktivitas yang dilakukan seperti memasak, mencuci, mandi, dan lain sebagainya dapat menghasilkan udara yang berlebih. Semakin sering dan banyak jumlah anggota keluarga di dalam rumah, maka resiko lembap pun bertambah besar. Selain itu juga, rumah lembap dapat dipicu adanya bagian rumah yang bocor dan terdapat rembesan air, misalnya pada dinding atau jendela sehingga membuat air hujan masuk ke dalam rumah.

Lebih dari itu, minimnya sirkulasi udara juga merupakan faktor pemicu bangunan lembab karena perputaran udara tidak dapat berjalan dengan lancar. Bila di sekitar rumah terdapat banyak penampungan air misalnya kolam, tangki air, bak mandi, dan lain-lain hal ini juga meningkatkan kadar air yang menjadi pemicu lembapnya udara di dalam ruangan.

Resiko

Rumah yang suasananya lembap tak hanya membuat tampilannya kotor dan tidak menarik, melainkan juga bakteri, jamur, kecoa, dan bibit penyakit lainnya semakin dekat. Terlebih untuk peralatan yang terbuat dari bahan kertas seperti buku, hal ini merupakan tempat berkumpul dan berkembangbiaknya jamur. Fatalnya lagi, masalah ini dapat mengakibatkan mudah rusaknya peralatan dan perabotan termasuk juga barang-barang elektronik.

Contohnya untuk perabotan yang berasal dari kayu tentu akan cepat lapuk, sedangkan yang berasal dari logam rentan terhadap karat. Begitu juga dengan peralatan elektronik seperti TV dan radio kemungkinan besar akan cepat rusak karena bakteri dan jamur akan semakin banyak bersarang. Suasana rumah lembap juga akan merusak kesehatan, misalnya pengap dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan terancam batuk pilek karena pengaruh bibit penyakit yang bejibun.

Cara Mengatasi

Pada dasarnya tingkat ideal kelembapan pada bangunan ialah 40-60 persen yang bermanfaat untuk tanaman, kesejukan ruangan, keamanan perabotan, bahkan pemeliharaan hewan. Bila lebih dari tingkat tersebut maka harus dilakukan penanganan. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Cari sumber kelembapan. Cara ini memungkinkan untuk melakukan penangan dengan tepat. Contoh, kalau disebabkan oleh dinding rumah yang rusak sehingga membuat air masuk, harus disemen dan di cat ulang. Begitu pula kalau minimnya sirkulasi udara, langkah yang harus dilakukan ialah membuat celah agar udara bisa berputar secara optimal.
  • Pakai kapur penyerap air. Kapur khusus untuk menyerap air dapat pula Anda pakai untuk mengurangi resiko lembapnya udara. Anda bisa menemukannya dengan mudah di supermarket atau toko swalayan terdekat. Namun dalam penggunaannya, upayakan mengganti kapur secara rutin agar mampu menyerap kadar air secara maksimal.
  • Gunakan Dehumidifier merupakan sebuah peralatan yang digunakan untuk mengurangi kelembapan udara di suatu ruangan. Anda bisa menggunakan alat ini untuk mengatasi masalah di atas. Harganya tentu berbeda tiap tipe, selain disesuaikan dengan kondisi keuangan baiknya juga pilih yang memiliki kualitas bagus agar tahan lama.

Suasana rumah memang tidak selalu menyenangkan karena banyaknya masalah yang dihadapi, terutama bila usia rumah sudah tua. Namun demikian, akan selalu ada jalan keluar untuk masalah yang timbul.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *