Rumah Terasa Sumpek? Inilah Beberapa Pemicunya

rumah-sumpekApa jadinya jika rumah yang seharusnya menjadi tempat melepas lelah setelah bekerja seharian justru terasa sumpek? Jelas, Anda bakal tidak betah berlama-lama di dalam rumah. Di samping itu, kondisi ini juga menimbulkan pengaruh terhadap mood sehingga cepat marah, sulit konsentrasi, sinis, atau lainnya. Oleh sebab itu, kondisi ini harus sesegera mungkin di atasi agar tidak menimbulkan masalah lainnya. Untuk mengetahui upaya penanganannya, simak dulu beberapa pemicunya di bawah ini:

Sirkulasi udara yang terhambat

Rumah terasa sumpek bisa dipicu lantaran terhambatnya udara di dalam rumah tidak leluasa berganti dengan udara dari luar yang lebih segar. Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus memperbanyak keberadaan jendela (agar pertukaran udara jadi lebih maksimal, Anda bisa membuat jendela yang berhadapan). Kalau tidak jendela, setidaknya ventilasi udara di maksimalkan. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan menempatkan tanaman di dalam rumah. Tanaman dapat menghasilkan oksigen sehingga membuat udara di dalam rumah jadi lebih sejuk. Pohon bambu, salah satu tanaman penghasil oksigen terbesar. Kondisi inilah yang membuat Anda merasa sejuk ketika berada di bawah pohon bambu yang rindang. Alternatif lainnya adalah dengan membeli kipas exhaust. Kipas ini dapat mengganti udara di dalam ruangan dengan udara dari luar ruangan sehingga membuat ruangan tidak pengap.

Perabotan yang terlalu padat

Ruangan yang sempit ditambah lagi dengan perabotan yang terlalu padat membuat suasana rumah makin terasa sumpek. Maka dari itu, coba pilah-pilah perabotan yang sering dipakai, jarang digunakan, dan yang sudah tidak layak pakai. Untuk perabotan yang sering dipakai, Anda bisa susun berdasarkan jenis, ukuran, atau lainnya. Untuk perabotan yang jarang digunakan sehari-hari, jangan ragu menempatkannya ke dalam gudang penyimpanan barang atau tempatkan di dalam lemari. Untuk perabotan yang memang sudah tidak layak pakai, Anda bisa membuangnya, menjualnya, atau mendaur ulangnya untuk dijadikan barang bermanfaat. Seperti halnya, kaleng bekas yang bisa dimanfaatkan untuk pot kembang, celengan, tempat alat tulis, atau lainnya.

Pencahayaan yang kurang

Selain kedua hal di atas, minimnya pencahayaan juga menjadi pemicu rumah terasa sumpek. Solusinya adalah Anda bisa membuat skylight (memaksimalkan pencahayaan alami dengan memanfaatkan atap rumah). Di samping dapat memaksimalkan pencayaan, skylight juga bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara karena bisa dibuka dan ditutup. Upaya lainnya adalah dengan memantulkan cahaya matahari dengan menggunakan cermin. Jika tidak, Anda juga bisa membongkar sebagian dinding yang terbuat dari bata untuk ditambahkan glass block. Agar lebih maksimal, tambahkan lebih banyak glass block pada dinding. Alternatif lainnya adalah dengan memakai pencahayaan dari lampu. Dengan catatan, lampu yang digunakan sebaiknya lampu LED sehingga lebih hemat energi.

Kenyamanan rumah sejatinya bukan didasarkan pada ukuran rumah, melainkan dari suasana yang ditawarkan rumah itu sendiri. Kalau rumah mungil, tapi suasananya sejuk akan terasa nyaman. Sebaliknya, rumah yang besar sekalipun akan akan terasa tidak nyaman kalau sumpek. Untuk itu, bagaimana pun ukuran rumah Anda, rencanakan dengan baik interiornya agar memberikan kenyamanan bagi Anda & anggota keluarga. Misalnya dengan memastikan kelancarkan sirkulasi udara, menyusun perabotan yang dipakai dengan rapi, menyimpannya jika tidak sering digunakan, & membuangnya atau mendaur ulangnya jika dirasa tidak terpakai lagi, serta memaksimalkan pencahayaan di dalam rumah.